Jangan Keliru! Ini Perbedaan Mendasar Santet, Tenung, dan Pelet yang Jarang Diketahui

AKURAT BANTEN-Di era serba digital dan penuh logika seperti saat ini, dunia supranatural di Indonesia seolah memiliki ruangnya sendiri yang tak tersentuh zaman.
Dalam obrolan sehari-hari, masyarakat kita sering kali menyamaratakan istilah "santet", "tenung", dan "pelet".
Padahal, secara praktik dan filosofi, ketiganya memiliki "jalur" serangan, media, dan tujuan yang sangat kontras.
Banyak orang terjebak dalam pemahaman yang salah kaprah.
Menganggap semuanya sebagai satu paket "ilmu hitam" justru membuat kita abai terhadap mekanisme dan bahaya masing-masing. Mari kita bongkar fakta ini dari sudut pandang yang lebih tajam dan objektif.
Baca Juga: Bukan Sekadar Klenik, Ini Alasan Mengapa Mantra Pelet Jawa Timur Dipercaya Bisa Menembus Pikiran
1. Santet: Serangan Jarak Jauh yang Tak Berjejak
Santet sering dianggap sebagai bentuk puncak dari dendam personal.
Secara teknis, santet adalah cara penyerangan jarak jauh yang menggunakan energi negatif (yang sering dikaitkan dengan persekutuan supranatural) untuk membuat target celaka.
Dalam melancarkan aksinya, seorang praktisi santet biasanya menggunakan media perantara seperti kain, boneka, jerami, silet, hingga beling kaca. Keunggulan sekaligus kengerian santet terletak pada cara kerjanya yang "halus".
Santet bekerja di balik bayang-bayang. Seringkali, saat target merasakan sakit fisik yang luar biasa, dunia medis pun dibuat buntu karena tidak ditemukan luka fisik atau keanehan klinis. Santet tidak meninggalkan jejak, menjadikannya senjata balas dendam yang sangat efisien namun sulit dideteksi.
2. Tenung: Teror Fisik yang Menyerang Langsung
Jika santet bersifat energi, maka tenung adalah pengembangan ilmu hitam yang jauh lebih agresif dan berwujud fisik.
Tenung menggunakan perantara, baik benda hidup maupun mati, untuk memberikan "serangan" yang bisa dirasakan secara langsung oleh indra korban.
Ciri khas yang paling sering dilaporkan dalam kasus yang diduga berkaitan dengan tenung adalah munculnya benda-benda asing di tempat-tempat yang tidak masuk akal.
Saat seseorang diserang tenung, korban sering mendapati kawat, paku, silet, atau pecahan beling di dalam makanannya.
Ini bukan lagi sekadar teror batin, melainkan serangan fisik yang bertujuan untuk menyiksa korban secara nyata.
3. Pelet: Manipulasi Emosi dan Alam Bawah Sadar
Berbeda dengan dua jenis sebelumnya yang bertujuan melukai atau menyiksa, pelet memiliki motif yang sangat spesifik: penguasaan hati dan emosi.
Pelet bekerja melalui manipulasi alam bawah sadar seseorang agar menjadi tergila-gila secara tidak wajar kepada pengirimnya.
Banyak orang salah paham mengira pelet bisa mengenai siapa saja secara otomatis.
Faktanya, pelet cenderung memerlukan "koneksi" awal—korban biasanya sudah mengenal atau pernah berinteraksi dengan si pengirim.
Efeknya sangat manipulatif; korban akan merasa ketergantungan emosional yang ekstrem, kehilangan logika, dan merasa tidak bisa hidup tanpa orang yang mengirimkan pelet tersebut.
Baca Juga: Prediksinya 100 Persen Akurat! Sosok di Balik Strategi Hukum Jokowi Hadapi Tudingan Ijazah Palsu
Mengapa Pemahaman Ini Penting?
Memahami perbedaan antara santet, tenung, dan pelet bukan berarti mengajak kita tenggelam dalam mistisisme.
Sebaliknya, literasi mengenai pola-pola ini justru membuat kita lebih waspada dan logis dalam menyikapi fenomena yang terjadi di sekitar kita.
Di tengah derasnya arus informasi, memisahkan antara mitos, realitas budaya, dan praktik yang merugikan adalah kunci agar kita tidak mudah terhasut atau terjebak dalam prasangka yang tidak berdasar.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana



